akademicpns.co.id — Passing grade tes SKD CPNS 2026 menjadi salah satu hal penting yang perlu kamu pahami sebelum mengikuti seleksi. Pasalnya, kamu tidak hanya harus mencapai nilai minimal, tetapi juga perlu bersaing agar dapat lolos ke tahap SKB. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas pengertian passing grade, komponen tes, jumlah soal, waktu pengerjaan, nilai maksimal, serta cara menghitung nilai SKD CPNS.
Apa Itu Passing Grade Tes SKD CPNS?
Passing grade tes SKD CPNS adalah nilai ambang batas minimal yang harus kamu capai dalam Seleksi Kompetensi Dasar. Nilai tersebut menjadi salah satu syarat agar kamu dapat melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya. Namun, memenuhi passing grade belum tentu membuat kamu otomatis lolos ke SKB karena hasil seleksi juga ditentukan berdasarkan peringkat dan jumlah formasi yang tersedia.
Komponen Tes SKD CPNS
Seleksi Kompetensi Dasar CPNS terdiri atas tiga komponen, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Untuk menjaga keakuratan informasi, pembahasan berikut merujuk pada Keputusan Menteri PANRB Nomor 321 Tahun 2024 yang masih berstatus berlaku dalam JDIH Kementerian PANRB. Oleh karena itu, kamu tetap perlu memeriksa pengumuman resmi apabila pemerintah menerbitkan ketentuan khusus untuk seleksi CPNS 2026.
1. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
Pertama, TWK bertujuan menilai pengetahuan serta kemampuan kamu dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai kebangsaan. Tes ini tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga melihat cara kamu menerapkan nilai tersebut dalam berbagai situasi.
Adapun materi yang dinilai dalam TWK meliputi:
- Nasionalisme, yaitu kemampuan menempatkan kepentingan nasional berdasarkan cita-cita dan tujuan bersama tanpa kehilangan identitas bangsa.
- Integritas, yaitu kemampuan menjunjung kejujuran, ketangguhan, komitmen, dan konsistensi dalam mencapai tujuan nasional.
- Bela negara, yaitu kesadaran untuk berperan aktif dalam mempertahankan keberadaan bangsa dan negara.
- Pilar negara, yaitu pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika.
- Bahasa negara, yaitu kemampuan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dengan demikian, kamu perlu memahami konsep kebangsaan secara menyeluruh. Selain menghafal materi, kamu juga harus mampu menilai penerapan nilai kebangsaan dalam suatu kasus.
2. Tes Intelegensia Umum (TIU)
Selanjutnya, TIU digunakan untuk menilai kemampuan kamu dalam berpikir logis, menganalisis informasi, serta menyelesaikan masalah. Secara umum, materi TIU terbagi menjadi kemampuan verbal, numerik, dan figural.
Kemampuan Verbal
Kemampuan verbal mengukur cara kamu memahami hubungan antarkata dan menarik kesimpulan dari informasi tertulis. Materinya meliputi:
- Analogi, yaitu membandingkan hubungan antara dua konsep kata, kemudian menerapkan pola hubungan tersebut pada situasi lain.
- Silogisme, yaitu menarik kesimpulan berdasarkan dua pernyataan yang tersedia.
- Analitis, yaitu menganalisis sejumlah informasi sebelum menentukan kesimpulan yang tepat.
Oleh sebab itu, kamu perlu membaca setiap pernyataan secara teliti. Kesalahan memahami satu informasi dapat memengaruhi kesimpulan yang kamu pilih.
Kemampuan Numerik
Sementara itu, kemampuan numerik mengukur kecakapan kamu dalam memahami angka dan melakukan analisis kuantitatif. Materinya mencakup:
- Berhitung untuk mengukur kemampuan melakukan perhitungan sederhana.
- Deret angka untuk mengukur kemampuan menemukan pola hubungan antarangka.
- Perbandingan kuantitatif untuk mengukur kemampuan menarik kesimpulan berdasarkan dua data berbentuk angka.
- Soal cerita untuk mengukur kemampuan mengolah informasi menjadi perhitungan atau analisis kuantitatif.
Karena itu, kamu tidak hanya memerlukan kemampuan menghitung. Kamu juga harus mampu menentukan rumus atau metode yang sesuai berdasarkan informasi dalam soal.
Kemampuan Figural
Selain verbal dan numerik, TIU menguji kemampuan figural. Bagian ini menilai kemampuan kamu dalam memahami pola dan hubungan melalui gambar.
Materi kemampuan figural terdiri atas:
- Analogi, yaitu menemukan hubungan antara dua gambar dan menggunakan pola tersebut pada gambar lainnya.
- Ketidaksamaan, yaitu menentukan gambar yang memiliki perbedaan dibandingkan gambar lainnya.
- Serial, yaitu menemukan pola hubungan dalam rangkaian gambar.
Dengan kata lain, ketelitian visual sangat penting ketika mengerjakan bagian ini. Kamu perlu memperhatikan perubahan bentuk, posisi, jumlah, arah, maupun pola pada setiap gambar.
3. Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
Terakhir, TKP bertujuan menilai karakter dan perilaku kamu dalam menghadapi situasi yang berkaitan dengan pekerjaan sebagai aparatur sipil negara. Berbeda dari TWK dan TIU, soal TKP biasanya menyajikan beberapa pilihan tindakan yang masing-masing memiliki bobot nilai berbeda.
Materi yang dinilai dalam TKP meliputi:
- Pelayanan publik, yaitu kemampuan menunjukkan perilaku ramah dan bekerja secara efektif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai tugas dan kewenangan.
- Jejaring kerja, yaitu kemampuan membangun hubungan, bekerja sama, berbagi informasi, dan berkolaborasi secara efektif.
- Sosial budaya, yaitu kemampuan beradaptasi dan bekerja di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang agama, suku, dan budaya yang beragam.
- Teknologi informasi dan komunikasi, yaitu kemampuan memanfaatkan teknologi secara efektif untuk meningkatkan kinerja.
- Profesionalisme, yaitu kemampuan menjalankan tugas dan fungsi sesuai dengan tuntutan jabatan.
- Anti-radikalisme, yaitu aspek penilaian yang berkaitan dengan pengetahuan, sikap, dan tindakan ketika menghadapi situasi yang berhubungan dengan radikalisme.
Oleh karena itu, kamu perlu memilih tindakan yang paling mencerminkan sikap profesional, berorientasi pada pelayanan, mampu bekerja sama, dan sesuai dengan nilai ASN. Meskipun beberapa pilihan terlihat sama-sama baik, setiap jawaban dapat memiliki bobot nilai yang berbeda sesuai tingkat ketepatannya.
Jumlah Soal, Waktu, dan Nilai Maksimal SKD CPNS
Selain memahami materi yang diujikan, kamu perlu mengetahui jumlah soal, durasi pengerjaan, dan nilai maksimal SKD CPNS. Informasi tersebut akan membantu kamu menyusun strategi waktu sekaligus menentukan target nilai saat berlatih.
Perlu diketahui, ketentuan resmi SKD CPNS 2026 harus mengikuti pengumuman terbaru dari pemerintah. Oleh karena itu, rincian berikut mengacu pada Keputusan Menteri PANRB Nomor 321 Tahun 2024, yang masih berstatus berlaku dalam JDIH Kementerian PANRB. BKN juga menegaskan bahwa informasi seleksi CPNS hanya dapat dipercaya apabila diumumkan melalui kanal resmi pemerintah dan portal SSCASN.
| Komponen tes | Jumlah soal | Nilai maksimal |
| Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) | 30 soal | 150 |
| Tes Intelegensia Umum (TIU) | 35 soal | 175 |
| Tes Karakteristik Pribadi (TKP) | 45 soal | 225 |
| Total | 110 soal | 550 |
Berdasarkan ketentuan tersebut, kamu harus mengerjakan total 110 soal yang terbagi menjadi 30 soal TWK, 35 soal TIU, dan 45 soal TKP. Sementara itu, nilai kumulatif paling tinggi yang dapat diperoleh adalah 550, yaitu gabungan nilai maksimal TWK, TIU, dan TKP.
Jumlah Soal SKD CPNS
Pertama, bagian TWK terdiri atas 30 soal. Karena setiap jawaban benar pada TWK bernilai 5, kamu bisa memperoleh nilai maksimal 150 apabila menjawab semua soal dengan benar.
Selanjutnya, bagian TIU terdiri atas 35 soal. Sama seperti TWK, setiap jawaban benar pada TIU bernilai 5 sehingga nilai maksimal yang bisa kamu peroleh adalah 175.
Sementara itu, TKP memiliki jumlah soal paling banyak, yaitu 45 soal. Setiap pilihan jawaban TKP memiliki bobot antara 1 sampai 5, sedangkan soal yang tidak dijawab bernilai 0. Oleh sebab itu, nilai maksimal TKP yang dapat kamu peroleh adalah 225.
Waktu Pengerjaan SKD CPNS
Secara umum, waktu pengerjaan SKD CPNS adalah 100 menit untuk seluruh komponen tes. Artinya, waktu tersebut digunakan untuk menyelesaikan TWK, TIU, dan TKP secara keseluruhan, bukan 100 menit untuk setiap komponen.
Dengan total 110 soal, kamu memiliki waktu rata-rata sekitar 54 detik untuk mengerjakan satu soal. Namun, kamu tidak harus memberikan waktu yang sama untuk setiap soal. Sebagai contoh, soal yang mudah dapat kamu selesaikan lebih cepat sehingga sisa waktu bisa digunakan untuk mengerjakan soal yang membutuhkan analisis lebih panjang.
Selain itu, terdapat ketentuan durasi khusus bagi pelamar penyandang disabilitas sensorik netra yang melamar pada kebutuhan khusus penyandang disabilitas. Dalam ketentuan terakhir, peserta dengan kriteria tersebut memperoleh waktu pengerjaan selama 130 menit.
Oleh karena itu, kamu perlu membiasakan diri mengerjakan simulasi dalam batas waktu 100 menit. Dengan latihan yang teratur, kamu dapat meningkatkan kecepatan membaca soal sekaligus mengurangi risiko kehabisan waktu.
Nilai Maksimal SKD CPNS
Nilai maksimal SKD CPNS merupakan jumlah nilai tertinggi yang bisa kamu peroleh apabila mendapatkan bobot tertinggi pada seluruh soal. Berikut rinciannya:
- Nilai maksimal TWK: 150
- Nilai maksimal TIU: 175
- Nilai maksimal TKP: 225
- Nilai maksimal keseluruhan: 550
Pada TWK dan TIU, jawaban benar bernilai 5. Sebaliknya, jawaban salah atau tidak dijawab bernilai 0. Sementara itu, pilihan jawaban TKP memiliki nilai terendah 1 dan tertinggi 5, sedangkan tidak menjawab bernilai 0.
Dengan demikian, jumlah soal yang lebih banyak membuat TKP memiliki kontribusi nilai maksimal paling besar. Meskipun begitu, kamu tetap perlu memperhatikan TWK dan TIU karena setiap komponen dapat memiliki nilai ambang batas yang wajib dipenuhi.
Catatan: Jumlah soal, waktu pengerjaan, dan nilai maksimal di atas mengacu pada ketentuan resmi seleksi CPNS 2024. Jika pemerintah menerbitkan aturan baru untuk SKD CPNS 2026, kamu perlu menyesuaikan informasi ini dengan pengumuman Kementerian PANRB, BKN, dan SSCASN.
Cara Menghitung Nilai Tes SKD CPNS
Cara menghitung nilai tes SKD CPNS berbeda untuk setiap komponen. TWK dan TIU menggunakan sistem benar-salah, sedangkan TKP memakai bobot nilai pada setiap pilihan jawaban. Berdasarkan Keputusan Menteri PANRB Nomor 321 Tahun 2024, nilai maksimal keseluruhan SKD adalah 550, yang terdiri atas 150 untuk TWK, 175 untuk TIU, dan 225 untuk TKP.
Perlu kamu ingat bahwa ketentuan tersebut berasal dari seleksi CPNS 2024 dan masih berstatus berlaku dalam JDIH Kementerian PANRB. Oleh karena itu, kamu tetap harus memeriksa peraturan resmi apabila pemerintah menetapkan skema penilaian baru untuk SKD CPNS 2026.
Cara Menghitung Nilai TWK
Pertama, setiap jawaban benar pada Tes Wawasan Kebangsaan bernilai 5. Sementara itu, jawaban salah atau soal yang tidak kamu jawab bernilai 0. Dengan demikian, tidak ada pengurangan nilai atau sistem nilai negatif dalam TWK.
Rumus menghitung nilai TWK adalah sebagai berikut:
Nilai TWK = jumlah jawaban benar × 5
Sebagai contoh, kamu berhasil menjawab 22 dari 30 soal TWK dengan benar. Perhitungannya adalah:
22 × 5 = 110
Jadi, nilai TWK yang kamu peroleh adalah 110. Adapun nilai maksimal TWK adalah 150 jika kamu berhasil menjawab seluruh 30 soal dengan benar.
Cara Menghitung Nilai TIU
Selanjutnya, cara menghitung nilai Tes Intelegensia Umum sama dengan TWK. Setiap jawaban benar memperoleh nilai 5, sedangkan jawaban salah atau tidak dijawab bernilai 0.
Rumus menghitung nilai TIU adalah:
Nilai TIU = jumlah jawaban benar × 5
Misalnya, kamu menjawab 25 dari 35 soal TIU dengan benar. Dengan demikian, perhitungannya adalah:
25 × 5 = 125
Artinya, nilai TIU yang kamu peroleh adalah 125. Sementara itu, nilai maksimal TIU adalah 175 apabila seluruh jawaban kamu benar.
Karena jawaban salah dan soal yang tidak dijawab sama-sama bernilai 0, secara matematis kamu tidak akan kehilangan nilai tambahan karena mencoba menjawab soal TWK atau TIU. Namun, kamu tetap perlu mengatur waktu agar tidak terlalu lama terpaku pada satu soal.
Cara Menghitung Nilai TKP
Berbeda dengan TWK dan TIU, Tes Karakteristik Pribadi tidak memakai sistem benar atau salah secara mutlak. Setiap pilihan jawaban memiliki bobot nilai paling rendah 1 dan paling tinggi 5. Namun, apabila kamu tidak menjawab soal, kamu akan memperoleh nilai 0.
Rumus menghitung nilai TKP adalah:
Nilai TKP = total seluruh bobot jawaban yang kamu pilih
Sebagai contoh, dari 45 soal TKP, kamu memperoleh rincian bobot berikut:
| Bobot jawaban | Jumlah soal | Perhitungan | Nilai |
| Bobot 5 | 12 soal | 12 × 5 | 60 |
| Bobot 4 | 15 soal | 15 × 4 | 60 |
| Bobot 3 | 10 soal | 10 × 3 | 30 |
| Bobot 2 | 5 soal | 5 × 2 | 10 |
| Bobot 1 | 3 soal | 3 × 1 | 3 |
| Total | 45 soal | 163 |
Berdasarkan perhitungan tersebut, nilai TKP yang kamu peroleh adalah 163. Sementara itu, nilai maksimal TKP adalah 225 apabila kamu memperoleh bobot 5 pada seluruh 45 soal.
Oleh sebab itu, kamu sebaiknya tidak mengosongkan soal TKP. Meskipun pilihan yang kamu ambil mendapat bobot terendah, kamu masih berpeluang memperoleh nilai 1. Sebaliknya, soal yang tidak dijawab akan langsung bernilai 0.
Cara Menghitung Total Nilai SKD CPNS
Setelah menghitung setiap komponen, kamu dapat menjumlahkan nilai TWK, TIU, dan TKP. Rumusnya adalah sebagai berikut:
Total nilai SKD = nilai TWK + nilai TIU + nilai TKP
Sebagai contoh, kamu memperoleh hasil berikut:
- Nilai TWK: 110
- Nilai TIU: 125
- Nilai TKP: 163
Dengan demikian, total nilai SKD kamu adalah:
110 + 125 + 163 = 398
Jadi, nilai kumulatif SKD yang kamu peroleh adalah 398 dari nilai maksimal 550. Namun, nilai total yang tinggi belum tentu cukup untuk memenuhi ketentuan kelulusan. Pasalnya, kamu juga harus memperhatikan nilai minimal setiap komponen sesuai jenis kebutuhan atau formasi yang kamu lamar.
Ringkasan Sistem Penilaian SKD CPNS
| Komponen | Sistem penilaian | Nilai maksimal |
| TWK | Benar 5, salah atau kosong 0 | 150 |
| TIU | Benar 5, salah atau kosong 0 | 175 |
| TKP | Setiap pilihan berbobot 1–5, kosong 0 | 225 |
| Total SKD | TWK + TIU + TKP | 550 |
Dengan memahami cara menghitung nilai tes SKD CPNS, kamu bisa mengevaluasi hasil latihan dengan lebih mudah. Selain itu, kamu dapat mengetahui komponen yang masih perlu ditingkatkan sebelum mengikuti tes yang sebenarnya.
Setelah memahami komponen, jumlah soal, dan cara menghitung nilai SKD CPNS, kamu bisa mulai menyusun strategi belajar yang lebih terarah. Kamu dapat mengikuti Konsultasi Gratis di Akademi CPNS agar kamu bisa mendapatkan arahan belajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuanmu!
Referensi dan Sumber
- Badan Kepegawaian Negara. (2024). Nilai ambang batas Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2024 [Postingan media sosial]. Instagram. Diakses pada 21 Juli 2026 dari
https://www.instagram.com/p/DB7gpdFyGl6 - Bisnis.com. (2026, 3 Februari). Passing grade CPNS 2026 resmi ditetapkan, ini nilai ambang batas SKD. Bisnis.com. Diakses pada 21 Juli 2026 dari
https://kabar24.bisnis.com/read/20260203/243/1949597/passing-grade-cpns-2026-resmi-ditetapkan-ini-nilai-ambang-batas-skd - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. (2023, 16 Oktober). SKD CPNS segera dimulai, berapa nilai ambang batasnya? Kementerian PANRB. Diakses pada 21 Juli 2026 dari
https://www.menpan.go.id/site/berita-terkini/skd-cpns-segera-dimulai-berapa-nilai-ambang-batasnya - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. (2024). Keputusan Menteri PANRB Nomor 321 Tahun 2024 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan CPNS Tahun Anggaran 2024 (melalui JDIH PANRB / rujukan humas BKPSDM). Diakses pada 21 Juli 2026 dari
https://www.menpan.go.id/ (menu JDIH, KepmenPANRB 321/2024) - Masoem University. (2026, 19 April). SKD CPNS 2026: Passing grade resmi, materi ujian, dan strategi belajar yang terbukti efektif. Masoem University. Diakses pada 21 Juli 2026 dari
https://masoemuniversity.ac.id/artikel/skd-cpns-2026-passing-grade-resmi-materi-ujian-dan-strategi-belajar-yang-terbukti-efektif - SoalCAT. (2026, 10 Mei). Passing grade SKD CPNS 2026 – Nilai minimal agar lolos. SoalCAT. Diakses pada 21 Juli 2026 dari
https://soalcat.com/artikel/passing-grade-skd-cpns-2026 - Pemerintah Desa Sumurgede. (2026, 8 Juli). Passing grade CPNS 2026 semua formasi, SKD dan SKB, ini ambang batas terbarunya. Pemdes Sumurgede. Diakses pada 21 Juli 2026 dari
https://pemdessumurgede.id/berita-nasional/0212081083/passing-grade-cpns-2026-semua-formasi-skd-dan-skb-ini-ambang-batas-terbarunya



